Siapa yang bisa menolak jajanan pinggir jalan yang enak? Mulai dari cilok, gorengan, sampai es teh segar, semuanya mudah bikin tergoda. Namun tetap ada risiko bakteri Salmonella Typhi yang menjadi penyebab demam tifoid atau tipes.
Tipes bukan sekadar demam biasa dan bisa membutuhkan penanganan yang tepat. Menjaga kebersihan makanan serta rajin mencuci tangan memang penting, tetapi perlindungan tambahan juga bisa dilakukan melalui vaksin tifoid. Yuk kenali lebih jauh jenis vaksin, usia pemberian, dan hal penting lainnya sebelum vaksinasi.
Macam-Macam Vaksin Tifoid
Tidak semua vaksin tifoid memiliki jenis dan cara kerja yang sama. Saat ini ada beberapa jenis vaksin yang digunakan untuk membantu melindungi tubuh dari infeksi bakteri Salmonella Typhi. Berikut perbedaannya:
1. Vaksin Injeksi Polisakarida Vi (Vi-PS): Jenis ini merupakan vaksin tifoid yang sudah cukup lama digunakan dan masih banyak tersedia di fasilitas kesehatan. Vaksin Vi-PS menggunakan bagian tertentu dari bakteri Salmonella Typhi yang tidak dapat menyebabkan penyakit. Pemberiannya dilakukan melalui suntikan dan dapat membantu tubuh membentuk perlindungan terhadap tifoid.
2. Vaksin Konjugat Tifoid (TCV): TCV merupakan vaksin tifoid yang dirancang untuk memberikan perlindungan lebih lama. Vaksin ini menggabungkan antigen dari bakteri dengan protein pembawa agar sistem kekebalan tubuh dapat memberikan respons yang lebih baik. TCV juga dapat diberikan pada anak usia yang lebih muda dibandingkan vaksin polisakarida.
3. Vaksin Oral (Ty21a): Berbeda dari dua jenis sebelumnya, vaksin Ty21a diberikan melalui mulut dalam bentuk kapsul. Vaksin ini menggunakan bakteri tifoid hidup yang sudah dilemahkan sehingga tidak memiliki kemampuan seperti bakteri penyebab penyakit. Jenis vaksin ini lebih banyak digunakan di beberapa negara, terutama untuk kebutuhan tertentu seperti perlindungan bagi pelancong yang akan bepergian ke wilayah dengan risiko tifoid.
Untuk Usia Berapa Vaksin Tifoid Diberikan?
Setiap vaksin tifoid memiliki ketentuan usia pemberian yang berbeda. Hal ini berkaitan dengan jenis vaksin dan bagaimana tubuh memberikan respons terhadap vaksin tersebut. Berikut gambaran sederhananya:
- Vaksin Konjugat Tifoid (TCV): TCV dapat diberikan pada anak sejak usia 6 bulan. Jenis vaksin ini menjadi salah satu pilihan untuk memberikan perlindungan terhadap tifoid sejak usia dini.
- Vaksin Injeksi Polisakarida Vi: Vaksin ini umumnya diberikan mulai usia 2 tahun. Setelah itu, vaksin dapat digunakan pada anak yang lebih besar, remaja, hingga orang dewasa sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
- Vaksin Oral: Vaksin Ty21a diberikan dalam bentuk kapsul yang perlu ditelan sesuai petunjuk. Penggunaannya memiliki batasan usia tertentu dan umumnya ditujukan untuk anak yang lebih besar serta orang dewasa.
Berapa Kali Vaksin Ini Harus Diberikan?
Banyak orang mengira satu kali vaksin bisa memberikan perlindungan seumur hidup. Padahal perlindungan dari vaksin tifoid dapat berkurang seiring waktu. Karena itu jadwal pemberian vaksin tetap perlu diperhatikan agar perlindungannya tetap optimal.
Untuk Vaksin Injeksi Polisakarida Vi yang cukup umum digunakan, dosis awal biasanya diberikan satu kali. Namun perlindungannya dapat menurun setelah beberapa waktu sehingga booster bisa diperlukan. Pada orang yang masih memiliki risiko terkena tifoid, pemberian ulang umumnya dilakukan setiap 3 tahun sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Sementara itu Vaksin Konjugat Tifoid atau TCV biasanya cukup diberikan dalam satu dosis sesuai jadwal imunisasi anak idai. Perlindungan dari TCV juga dapat bertahan lebih lama dibandingkan vaksin polisakarida. Meski begitu, jadwal vaksin tetap perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi masing-masing anak melalui konsultasi dengan dokter.
Berbeda lagi dengan vaksin oral Ty21a yang diberikan dalam bentuk kapsul. Vaksin ini dikonsumsi dalam beberapa dosis dengan jarak waktu tertentu sesuai petunjuk penggunaannya. Jika seseorang masih memiliki risiko tinggi terkena tifoid, booster dapat dipertimbangkan sesuai rekomendasi dokter.
Di Mana Vaksin Ini Disuntikkan?
Buat sebagian orang terutama anak-anak, jarum suntik memang bisa terasa bikin takut. Mengetahui lokasi suntikan sebelumnya mungkin bisa membantu supaya lebih siap. Lokasi pemberian vaksin tifoid biasanya disesuaikan dengan usia dan kondisi otot pasien.
Untuk Anak di Bawah 3 Tahun (Bayi dan Batita): Vaksin tifoid umumnya disuntikkan pada bagian luar paha atau area anterolateral. Bagian ini menjadi salah satu lokasi yang digunakan pada anak kecil karena otot pahanya sudah cukup berkembang untuk menerima suntikan.
Untuk Anak Lebih Besar dan Orang Dewasa: Pada anak yang lebih besar hingga orang dewasa, vaksin biasanya diberikan melalui suntikan pada otot lengan atas atau deltoid. Pemilihan area ini disesuaikan dengan perkembangan massa otot dan usia penerima vaksin.
Efek Samping
Salah satu hal yang sering membuat orang tua berpikir dua kali sebelum membawa anak vaksin adalah soal efek samping vaksin anak. Orang dewasa pun terkadang khawatir akan merasa kurang enak badan setelah vaksin. Padahal vaksin tifoid secara umum memiliki profil keamanan yang baik dan sudah digunakan untuk membantu mencegah penyakit tifoid.
Setelah vaksin, beberapa orang mungkin merasakan nyeri, kemerahan, atau sedikit bengkak di area suntikan. Ada juga yang mengalami demam ringan, lelah, atau sakit kepala. Keluhan seperti ini biasanya ringan dan dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu singkat. Jadi tidak perlu langsung panik ketika muncul reaksi ringan setelah vaksin.
Namun sebelum vaksin diberikan, tetap penting untuk memberi tahu dokter mengenai kondisi kesehatan atau riwayat alergi yang dimiliki. Jika sedang mengalami kondisi tertentu atau pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin maupun komponennya, dokter dapat menentukan apakah vaksin perlu ditunda atau diberikan dengan pertimbangan khusus..
Kesimpulan
Menjaga kebersihan makanan, minuman, dan lingkungan memang penting untuk membantu mencegah tipes. Namun perlindungan juga bisa dilengkapi dengan vaksin tifoid sesuai rekomendasi dokter. Jenis dan jadwal vaksin dapat berbeda berdasarkan usia serta kondisi masing-masing orang.
Bagi Anda yang sedang mencari layanan tempat imunisasi bayi jogja, vaksin tifoid dan imunisasi lainnya bisa didapatkan di berbagai klinik maupun fasilitas kesehatan. Yuk konsultasikan kebutuhan vaksin si kecil dengan tenaga medis dan lengkapi imunisasinya sesuai anjuran.